Hidangan nasi berbumbu khas Oman dengan daging panggang dan kopi kapulaga di meja restoran tradisional

Panduan Kuliner Oman untuk Pemula: Apa yang Dimakan

Makanan Oman bercita rasa rempah kuat dengan pengaruh India, Persia, dan Arab. Kalau kamu pemula dan ingin tahu apa yang harus dipesan, di mana makan, dan bagaimana aturan di meja, panduan kuliner Oman untuk pemula ini membahasnya dari pengalaman praktis.

Kenali bahan utama sebelum memesan

Dapur Oman bertumpu pada nasi basmati, daging kambing atau ayam, ikan segar dari laut Arab, dan kurma. Bumbunya sering memakai kunyit, kapulaga, cengkih, dan limau kering (loomi) yang memberi rasa asam sedikit pahit. Kalau kamu pernah makan biryani India, kemiripannya ada pada nasinya, tapi versi Oman lebih ringan bumbu dan tidak terlalu pedas.

Banyak masakan dimasak lama dalam satu panci besar. Rumah makan lokal karena itu biasanya menyajikan menu harian terbatas, bukan daftar panjang seperti restoran cepat saji.

Menu yang sebaiknya dicoba pertama kali

Kalau bingung memilih, mulai dari hidangan yang paling sering muncul di meja keluarga Oman.

  • Shuwa: daging kambing yang dibumbui lalu dipanggang perlahan di dalam lubang tanah. Biasanya disiapkan untuk acara besar, jadi tidak selalu ada di menu harian.
  • Majboos: nasi berbumbu dengan ayam, kambing, atau ikan. Ini menu paling aman untuk pemula karena rasanya tidak mengejutkan.
  • Mashuai: ikan panggang dengan bumbu kunyit dan jeruk nipis, cocok kalau kamu lebih suka seafood.
  • Harees: bubur gandum halus dengan daging, teksturnya lembut dan rasanya gurih. Sering disajikan saat Ramadan.
  • Halwa Oman: manisan lengket berwarna kecokelatan dari gula, tepung, dan safron. Disajikan dalam potongan kecil bersama kopi.

Porsi di restoran lokal umumnya besar. Kalau makan berdua, satu porsi majboos ditambah satu lauk biasanya cukup, dan kamu bisa meminta piring tambahan.

Di mana sebaiknya makan: warung, restoran, atau hotel

Warung kecil di sekitar pasar dan masjid biasanya paling murah dan paling cepat. Menu sering ditulis di papan putih dalam bahasa Arab, jadi tunjuk saja apa yang sedang dimasak orang lain. Restoran menengah di Muscat atau Salalah punya menu bergambar dan staf yang bisa berbahasa Inggris terbatas, cukup untuk memesan.

Restoran hotel memberi kenyamanan tapi harganya bisa beberapa kali lipat. Kalau perutmu masih ragu dengan bumbu lokal, hotel adalah tempat aman untuk hari pertama. Setelah terbiasa, cobalah warung di pagi hari untuk sarapan roti dan telur.

Banyak warung tutup sore dan baru buka lagi setelah salat magrib. Jam makan malam di Oman umumnya lebih lambat daripada di Indonesia, sekitar pukul delapan malam ke atas.

Cara makan dan etika dasar di meja

Di rumah atau restoran tradisional, makanan sering disantap bersama dari piring besar. Gunakan tangan kanan kalau kamu makan tanpa sendok, dan ambil bagian dari sisi terdekat piringmu. Sendok biasanya tersedia, jadi tidak wajib makan pakai tangan.

Kalau ditawari kopi (kahwa) atau kurma oleh tuan rumah, terima saja walau hanya sedikit. Menolak tawaran pertama bisa dianggap kurang sopan, tapi menolak tambahan setelah satu gelas tidak masalah. Kopi Oman tidak memakai gula dan rasanya agak pahit karena campuran kapulaga.

Untuk urusan transportasi, kalau rute perjalananmu melewati beberapa kota, atur waktu makan di sela perjalanan. Panduan itinerari wisata Oman sesuai musim bisa membantu menaruh jam makan di tempat yang tepat, terutama saat musim panas ketika banyak tempat tutup siang.

Halal, alergi, dan air minum

Hampir semua makanan di Oman halal karena mayoritas penduduknya Muslim. Babi tidak dijual umum, dan alkohol hanya ada di hotel serta restoran berlisensi. Kalau kamu punya alergi kacang atau seafood, sampaikan sejak awal dengan kalimat sederhana dalam bahasa Inggris. Staf restoran biasanya paham.

Air keran tidak disarankan diminum langsung. Air kemasan mudah dibeli di minimarket, dan restoran umumnya menyajikan air kemasan atau air matang. Bawa obat sakit perut ringan sebagai antisipasi karena perubahan pola makan bisa mengganggu pencernaan di hari-hari pertama.

Makan saat Ramadan dan hari raya

Kalau datang saat Ramadan, restoran banyak yang tutup sampai waktu berbuka. Beberapa tempat buka untuk pesan bawa pulang, tapi jangan makan di ruang publik pada siang hari. Setelah magrib, suasana berubah ramai dan banyak warung menyajikan menu buka puasa dalam porsi besar.

Hari raya Idulfitri membuat sebagian toko dan restoran tutup beberapa hari. Rencanakan belanja bahan makanan atau pilih hotel yang menyediakan sarapan selama periode ini.

Kebiasaan kecil yang membuat makan lebih nyaman

Bawa uang tunai pecahan kecil. Beberapa warung tidak menerima kartu, dan memberi uang besar untuk pembelian kecil bisa merepotkan. Banyak tempat juga tidak memungut tip, tapi membulatkan kembalian adalah kebiasaan yang dihargai.

Kalau kamu berkunjung ke tempat yang ramai wisatawan, perhatikan antrean dan cara memesan. Sebagian warung meminta bayar di kasir sebelum makan, sebagian lagi setelah selesai. Lihat apa yang dilakukan pelanggan lain.

Saat transit di negara lain sebelum tiba di Oman, pastikan kamu tahu aturan membawa makanan. Beberapa bandara melarang makanan segar masuk. Ulasan tentang kesalahan transit bandara yang sering dilakukan pemula berguna kalau perjalananmu melewati dua kali ganti pesawat.

Kalau kamu berencana mengunjungi situs bersejarah di luar Oman, misalnya pemakaman tokoh terkenal di Eropa, ada aturan kunjungan yang perlu dipahami. Baca etika berkunjung ke makam tokoh terkenal di Paris sebagai perbandingan, karena banyak situs serupa di Timur Tengah juga punya aturan berpakaian dan jam kunjungan.

Untuk perjalanan pertama, gabungkan urusan makan dengan rute harian supaya tidak bolak-balik. Rute wisata Oman selama 7 hari untuk pemula memberi gambaran kota mana yang punya pasar makanan menarik. Kalau baru pertama kali ke Oman, panduan santai perjalanan pertama ke Oman melengkapi hal-hal dasar sebelum berangkat.

Ringkasan

Mulai dari majboos dan mashuai, makan di warung untuk harga wajar, dan gunakan tangan kanan saat menyantap hidangan bersama. Perhatikan jam makan yang bergeser saat Ramadan, bawa uang tunai, dan tanyakan bahan makanan kalau punya alergi. Dengan persiapan ini, kamu bisa menikmati dapur Oman tanpa canggung.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah makanan di Oman pedas?

Umumnya tidak pedas seperti masakan Indonesia. Rasa dominannya rempah hangat, asam dari limau kering, dan gurih. Sambal atau saus cabai kadang tersedia terpisah, jadi kamu bisa menambahkan sendiri.

Bisakah makan di Oman tanpa bahasa Arab?

Bisa. Di kota besar, menu sering bergambar dan staf restoran paham istilah makanan dalam bahasa Inggris. Menunjuk menu atau masakan di meja sebelah adalah cara yang wajar. Simpan terjemahan nama bahan makanan di ponsel untuk berjaga-jaga.

Apakah aman minum air kemasan dan makan salad di warung?

Air kemasan aman. Untuk salad dan makanan mentah, pilih tempat yang ramai dan terlihat bersih. Kalau perutmu sensitif, pilih makanan yang dimasak matang pada beberapa hari pertama.